Joeleonhart’s Weblog

To Learn and To Share

Di Jalan itu – Hidayat Banjar

di jalan itu, di samping sebuah sekolah

dulu aku menantimu

dalam aroma bunga tanjung, kelengkit,

kecubung, jarak, namnam, dan lainnya

 

kini, di jalan itu

yang ada hanya jejakmu

bersemayam di hatiku

bunga tanjung, kelengkit, kecubung,

jarak, namnam, dan lainnya

pergi entah ke mana

dan sekolah itu

berubah jadi gedung-gedung pertokoan

 

ya, aku memang tak lagi menantimu di sini

waktu melesat bagai anak panah

lepas dari busur

 

di sini, negeri yang indah ini

negeri yang sepanjang tahun

bermandi cahaya mentari

kita pribumi termangu-mangu

menyaksikan kelebatan teknologi

dan nyaris tak terpahami

 

di jalan itu, di samping sebuah sekolah

dulu, mata air kehidupan mengalir

bagai niknok jam dinding

begitu sederhana

begitu teratur

dan kita pun kerap bergandengan tangan

dalam mimpi kembang-kembang di taman

 

kini di jalan itu

debu kehidupan

menampar wajah kita pribumi

yang terbengong-bengong

merasa asing di negeri sendiri

 

Medan, Awal Ramadhan 1425 H 

June 18, 2008 - Posted by | Bahasa dan Sastra

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: