Joeleonhart’s Weblog

To Learn and To Share

Gizi dan Kecerdasan

 

Akankah kini masyarakat miskin kota dapat memenuhi standar gizi sebagaimana yang dituntut dalam konsep empar sehat lima sempurna? Kalau jawabnya ‘ya’, bagaimana caranya memenuhi kebutuhan gizi itu di tengah harga-harga yang kian hari kian melambung. Kalau jawabnya ‘tidak’, niscaya orang-orang miskin kota akan tetaplah sebagai orang miskin, atau miskin permanen.

Orang miskin karena bodoh, orang bodoh karena miskin, ungkapan itu rasanya kini tak terbantah. Mengapa tidak, kecerdasan sangat berkait erat dengan terpenuhinya kebutuhan gizi. Sedangkan gizi – kini – hanya akan dapat terpenuhi dengan kualitas pendapatan yang baik. Harga ikan per kilonya kini tak ada yang di bawah Rp 10 ribu. Lalu, bagaimana nasib orang-orang miskin yang pendapatannya berkisar Rp 200 – 300 ribu per bulan?

Ya, zaman bergerak kawan. Desa-desa – yang empat-lima puluh tahun lalu – tempat kita dilahirkan dalam keniscayaan sejarah, berubah jadi kota-kota yang padat. Alam yang dulu masih ‘berbaik hati’ memberi bangsa manusia dengan gizi, kini pergi dilindas ‘keserakahan kota’.

Masih dengan jelas terpatri di ingatan – dulu – di samping atau belakang rumah kita bertaburan makanan pemberi gizi seperti jamur yang tumbuh di batang-batang pohon tumbang, kemumu, keladi dan umbi-umbian lainnya. Pisang-pisang dan buah-buahan pun berserak begitu rupa. Ya, tongkat kayu dan batu jadi tanaman, sebagaimana dilantunkan Koes Plus dalam lagunya, kini tinggal dalam kenangan. Ketika itu, kita tinggal menggerakkan kaki dan tangan untuk mengutip gizi-gizi tersebut.

Rawa-rawa di samping atau belakang rumah juga memberi gizi seperti ikan-ikan berbagai jenis. Sungai-sungai apalagi: ada udang-udang kecil, ciput, remis, dari ikan timah, lemeduk, baung, sepat, sampai ikan-ikan besar lainnya tersaji buat kita.

Remis dan ciput (seafood), berserak di pasir-pasir sungai, tinggal menjulurkan tangan dan membawa wadah, maka semuanya dapat menjadi tambahan gizi. Tapi kini, sungai-sungai kita di kota, katakanlah Sungai Deli (di kota Medan), yang ada tinggal ikan sapu kaca dengan daging yang nyaris tak ada dan tulang begitu keras. Aduh!

Rumah berhalaman, itu hanya impian masyarakat kota yang miskin. Mengapa tidak, rumah-rumah kecil saja, kini berharga puluhan bahkan ratusan juta. Tinggal di kota, kini semua serba bayar, kecuali – maaf – buang angin. Buang air besar dan kecil saja harus bayar.

Sementara, di buku-buku kita baca, mutu pendidikan tergantung kualitas kesehatan. Maksudnya, jika bangsa ini ingin memacu tingkat pendidikan ke arah yang lebih baik, maka mau tidak mau harus diperhatikan kualitas kesehatannya.

Ya, pembentukan sel-sel otak manusia dimulai dari umur nol hingga lima tahun. Kompenen-kompenen pembentukan sel otak bayi itu hanya dimungkinkan dengan penuhan makanan bergizi seperti susu, madu lebah, ikan, sayur-mayur dan lainnya.

Kesehatan maksimal umpama pepatah Minang: Tak lakang dek paneh tak lapuak dek hujan Artinya, kalau tercapai kesehatan maksimal, kita tak gampang didera penyakit. Dengan gizi yang baik, seseorang tidak gampang lelah dan jenuh. Orang yang tak gampang lelah dan jenuh akan mudah dipacu untuk menguasai ilmu pengetahuan. Jadi perbaikan kualitas pendidikan harus seiring dengan perbaikan kualitas gizi. Akankah itu dapat terselenggara di tengah-tengah masyarakat kota yang miskin? ***

 

Wartawan SKM SUARA MASA

July 4, 2008 - Posted by | Education, Health

3 Comments »

  1. q mau ambil referensi buat lomba KIR boleh gak???

    Comment by kuncoro | July 24, 2008 | Reply

  2. Silakan aja, dek!!
    Semoga Menang!!

    Comment by Hidayat Banjar | July 25, 2008 | Reply

  3. Iya silakan ambil aja buat referensi, asalkan nama nara sumbernya dicantumkan, harusnya tidak masalah.

    Apalagi ini mas udah dengan sopan minta izin, ini adalah sikap yang intelektual. Jadi pasti deh diizinkan.

    Semoga Sukses ya!!!

    NB: Ntar kasih tahu kita ya hasil perlombaannya, menang ataupun kalah, OK??? Karena menang atau kalah itu adalah hal yang biasa, yang penting udah berjuang.

    Cia You!!!!!

    Comment by Joe Leonhart | July 25, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: