Joeleonhart’s Weblog

To Learn and To Share

10 kiat ini merupakan cara mengelola KBM tanpa tekanan

10 kiat ini merupakan cara mengelola KBM tanpa tekanan, hal ini untuk mengkondusifkan, agar sekolah menyenangkan bagi siswa.

Kiat-kiat  di bawah ini sangat baik untuk diterapkan. Namun perlu diingat, bahwa satu kiat dapat berhasil untuk satu anak, namun belum tentu cocok untuk anak lain.

Adapun kiat-kiat tersebut adalah :

1. Ciptakan Suasana Komunikasi dengan Dukungan atau PenerimaanJika kita bersikap menerima anak apa adanya, insya-Allah, anak akan berkembang, tumbuh, berubah, dan merasa nyaman akan dirinya sendiri. Jika anak-anak kita telah merasa nyaman, tentu akan dengan mudah dapat bergaul. Inilah proses awal kita menciptakan suasana tanpa tekanan yang menjadikan anak-anak tersiksa.

 

Lihat hubungan sebab akibat di bawah ini !

   
   
   

GURU

SISWA

 

MENGANCAM

 

Saya tidak dianggap

   

 

MEMERINTAH

 

Saya buruk

 

BERKHOTBAH

 

Kamu tidak suka saya

 

MENGKULIAHI

 

Saya tidak dapat mengerjakan sesuatu dengan benar

2. Mengorkestrasikan Lingkungan

Mungkinkah kita mendapati anak-anak usia tiga tahun belajar dengan duduk secara tenang di dalam kelas sepanjang hari? Tetapi jika itu selalu terjadi meruapakan peristiwa yang aneh dan mustahil. Mestinya mereka akan belajar dengan cara berlari, berayun-ayun, berbicara, bertanya, bermain, bergerak, menggangu temannya dan aktivitas kinistetik lainnya. Kalau kita mau meneliti berapa menit anak dapat diam, dan duduk manis. Dan jika dipaksa bukankan ini meruapakan tekanan batin, dan tekanan fisik yang sangat menyiksa.

Kondisi real pendidikan kita adalah anak-anak membutuhkan guru yang terampil dengan mengorkestrasikan lingkungan. Guru mampu memanfaatkan lingkungan belajar untuk media belajar.

Misalnya guru menyiapkan kelas dengan bunga agar aroma segar dan mendukung suasana belajar. Mereka menempelkan poster-poster. Guru menyuguhkan seluruh poin penting yang harus dipelajari dalam bentuk kata-kata maupun gambar.

3. Mencuri Perhatian Siswa

Dalam buku “The Learning Way” digambarkan dalam mencuri perhatian dengan cara :

Mendatangkan tamu yang mengejutkan (tiba-tiba).

Melakukan perjalanan misteri.

Kunjungan lapangan (yang menjadi angan-angan siswa).

Pameran binatang kesukaan siswa.

Pertunjukan drama, boneka, dongeng, dll

4. Berilah Sentuhan Aktivitas Dini

Aktivitas dini merupakan kegiatan-kegiatan awal untuk meningkatkan aliran oksigen dalam otak, mengendorkan ketegangan siswa baik secara mental maupun fisik, menciptakan suasana agar siswa saling kenal. Relaksasi merupakan cara untuk menghindarkan suasana penuh tekanan menjadi lebih bersahabat dan menyenangkan. Sebaiknya kita tidak memulai pelajaran dengan hal-hal yang serius, menyulitkan, dan membosankan. Marilah kita memberi sentuhan yang hangat, bersahabat dan tanpa tekanan.

5. Gunakan Pembuka Pintu

Pembuka pintu maksudnya adalah memulai pembicaraan dengan cara percakapan yang dapat mendorong mereka untuk berbicara lebih banyak, berbagi ide-ide dan perasaan. Anak dimotivasi untuk mengeluarkan gagasan. Hal ini untuk menumbuhkan keberanian dan kepercayaan.

6.  Jadikan Kita Pendengar Penuh Perhatian

Berhentilah dari segala kegiatan jika ada anak yang akan mengatakan sesuatu. Dengarkanlah dengan penuh perhatian. Atau kita tidak boleh berpura-pura memperhatikan padahal kita sibuk dengan urusaan sendiri. ini merupakan sikap terpuji

7.  Bisakah Kita Mengurangi Perkataan “JANGAN”

Katakan pada anak yang seharusnya dilakukan daripada mengatakan apa yang tidak boleh dilakukannya. Guru memang terbiasa dengan perkataan jangan, namun perlu diubah sehingga kondisi sekolah menjadi akrab dan menyenangkan, tanpa tekanan.

Jangan menyeret-nyeret handukmu di lantai !

Peganglah handukmu agar tidak terseret-seret

 

Jangan membanting pintu!

 

Tolong tutup pintu dengan pelan-pelan

 

Jangan menggambar, corat-coret di atas meja !

 

Kamu dapat mengambar dan mewarna di kertas ini.


8. Buatlah Permintaan Kita Menjadi Sederhana
Peraturan dan tata tertib di sekolah sebaiknya di susun secara sederhana. Kalau perlu anak dilibatkan dalam membuatnya, minimal adalah tata tertib dalam kelas yang disepakati oleh siswa.


9. Hentikan Kekerasan Fisik atau MentalAnak-anak memerlukan kasih sayang, tidak lagi membutuhkan perlakuan kasar. Misalnya kata-kata yang sering kita ucapkan adalah :
” Kamu bertingkahlaku seperti anak kecil saja.”

 

Ø ini mencemooh.
” Kamu memalukan Pak Guru.”
Ø
ini merendahkan.
” Kamu anak bandel.”
Ø
ini mengejek.

10. Berlatihlah dan Hidupkan Budaya Guru
Berterima Kasih kepada Siswa

 

Siswa berhak mendapatkan perlakuan seperti guru dengan teman sebangkunya. Siswa akan meniru tingkah laku guru dalam memperlakukan dirinya. Biarkan kita berkorban dengan selalu mengatakan terima kasih kepada siswa agar mereka dapat meniru prilaku kita.

Biarkan mereka meniru gurunya untuk mengatakan tolong, karena kita selalu mengunakan kata-kata itu. Dengan ini kita sudah mencoba untuk membangun peradaban. Semoga besok sekolah kita tidak lagi menakutkan.

Source: http://fithmuth.multiply.com/journal/item/17

July 9, 2008 - Posted by | Education

2 Comments »

  1. saya rasa anak2 perluh komentar banyak masalah n kesukaannya dalam menerima materi dari guru karena ini dapat membantu dalam menerima materi tsb. guru sendiri harus mampu menganalisa keinginan siswa ,sesuai kopetensi guru tersebut kearah yang positif karena tidak semua siswa sama dalam menerima materi dari guru. TQ atas kesempatan komentar yang diberikan.

    Comment by Irfan Ahmad | March 5, 2009 | Reply

    • Yup, karena tidak semua anak mempunyai kemampuan, bakat dan minat yang sama, sehingga guru harus dapat memahami setiap siswanya agar setiap siswa mampu mengikuti semua yang diajarkan oleh sang guru.

      Comment by Joe Leonhart | March 20, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: