Joeleonhart’s Weblog

To Learn and To Share

PENIPUAN DI ATM

Peristiwa ini menimpa saya Hari Minggu yang lalu di salah satu ATM
Mandiri (sebut saja ATM1). Semoga tidak terulang pada pembaca.

Kejadian ini berawal ketika saya mau menarik uang di ATM Mandiri.
Seperti kadang-kadang terjadi setelah saya masukkan kartu ATM, layar ATM
menyatakan bahwa …..out of service atau ….maaf sementara tidak dapat
melayani. Tentu saja saya langsung tekan tombol Cancel untuk membatalkan
transaksi. Namun ternyata kartu ATM tidak kunjung keluar walaupun saya
ulangi berkali kali dan saya tunggu.

Di saat saya berharap kartu ATM segera keluar, tiba-tiba ada seseorang
laki-laki (sebut saja Mr X) yang membuka pintu ATM dan tindakan kurang
etis ini tentu agak mengejutkan saya. Orang tersebut yang tampil dengan
sikap dan wajah innocent (tanpa dosa) dan dengan cukup santai bertanya:
Bisa Pak? Kartu saya tadi tertelan pak! Karena merasa senasib, sikap
saya berubah dari curiga menjadi welcome. Setelah saya amati, ternyata
kartu saya tampak sedikit (kurang lebih satu millimeter) di bibir lobang
kartu ATM dan saya berusaha dengan menyelipkan dua kartu tipis untuk
menjepit kartu tersebut agar dapat saya keluarkan. Usaha saya itu
mendapat respon yang bersahabat dari Mr X dan segera pula ia membantu
saya untuk menjepit dengan kertas yang saya gunakan tetapi kartu ATM
saya juga tidak berhasil dikeluarkan.

Usaha berikutnya dilakukan oleh Mr X dengan menelpon “Bank” (katanya
saya telpon bank saja pak, 14000 ya? tanyanya dan tidak saya jawab
karena saya konsentrasi dengan usaha saya untuk mengeluarkan kartu ATM).
Setelah dia menceritakan apa yang telah terjadi dan salah satu
ungkapannya di telepon “kartu saya terganjal oleh bapak setelah saya
pak!”. Mr X segera menyerahkan HPnya karena pihak “Bank” mau bicara
dengan saya. Pihak “Bank”
setelah menanyakan beberapa data seperti nama, tanggal lahir, nama ibu
kandung segera menuntun saya agar dapat mengeluarkan kartu ATM saya dan
tentu saja saya turuti.

Tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan pin
bapak; tekan ENTER. Keluar tidak pak? Tanyanya. Tidak, jawab saya. Ok
pak saya akan bantu sekali lagi mengeluarkan kartu bapak. Ikuti petunjuk
saya tekan tombol di bawah angka 9; tekan tombol di bawah angka 7; tekan
pin bapak (pelan-pelan pak) dan saya sempat berpikir mengapa harus
pelan?; tekan ENTER. Singkatnya saya menekan PIN saya sampai sekitar
tiga kali yang disaksikan oleh Mr. X. Saya tidak sampai hati meminta Mr
X keluar dari ruang ATM karena ia telah meminjami HP dan “menolong
saya”. Adegan ini berarkhir ketika pihak “Bank” tidak berhasil membantu
saya dengan
mengatakan: Ok pak, karena kartu bapak tidak bisa keluar, KARTU BAPAK
SAYA BLOKIR SAJA DAN SAAT INI KARTU BAPAK SUDAH TIDAK BERFUNGSI. Besuk
bapak segera ke Bank Mandiri setempat untuk minta terbitkan kartu baru.
Karena merasa aman, saya segera tinggalkan ruang ATM dengan mengucapkan
terima kasih kepada Mr. X setelah anak saya segera keluar dari mobil,
menyusul ke ruang ATM menanyakan apa yang terjadi (kata saya: kartu
sudah diblokir, kita pindah ATM lain saja nak).

Untungnya saya tidak menaruh semua telor saya dalam satu keranjang.
Masih ada keranjang lain tidak peduli ukurannya. Segera saya menuju ATM
(sebut saja ATM2) yang lain karena saya sudah ditunggu di salah satu
toko untuk suatu transaksi. Sebelum saya (bersama isteri dan anak saya)
masuk ke ATM2 tiba-tiba SMS banking masuk dan menyatakan rekening saya
terdebet Rp 1.500.000,-. Ketika itu saya baru sadar (menurut saya bukan
karena hipnotis, tetapi logis) bahwa MR X TADI TERNYATA PENIPU dan pihak
“Bank”
yang bicara dengan saya adalah anggota sindikatnya.

Segera saya menuju ATM1 dengan melanggar lampu merah di perempatan jalan
sambil menghampiri Polantas setempat. Sampai di tempat kejadian, tentu
saja pelaku sudah kabur dan selama saya menuju kembali ke ATM1, rekening
saya selalu terdebet hampir setiap setengah menit Rp 1,5 juta dan
berkali-kali. Saya berusaha keras untuk memblokir via 14000 tetapi
selalu dijawab oleh mesin penjawab dan setelah sekian lama saya baru
bisa bicara dengan operator untuk melakukan pemblokiran. Apa boleh buat
saat pemblokiran saldo tinggal tersisa Rp 82 ribu.

Setelah dihubungi oleh pihak kepolisian, tidak lama berselang petugas
ATM Bank Mandiri datang dan membongkar mesin ATM. Ternyata di dalam
ruang kartu masuk telah diselipkan SEBATANG KOREK API yang telah
dipotong “pentolan” nya. Kata petuga bank: Inilah pak yang membuat kartu
bapak tidak bisa masuk….kejadian ini sudah sekitar satu tahun tapi
pelakunya belum juga tertangkap.. .. Dia (Mr X) bisa mengeluarkan kartu
bapak dengan tang/penjepit kecil…..Minggu lalu juga kejadian.

Begitu memasuki hari kerja saya laporkan ke Bank Mandiri dan petugas
Customer Service menyatakan kasus ini baru pak (wah rupanya pihak bank
ketinggalan juga, red) setelah dicek transaksi penarikan (oleh Mr X cs)
tiga kali Rp1,5jt; 1xRp500rb; dan karena maksimum penarikan per hari
Rp5jt, sisanya dihabiskan untuk belanja kilat (mungkin di toko emas)
tentu dengan memalsukan tanda tangan saya. Maaf pembaca, total
kehilangan tidak perlu saya beberkan semua, yang jelas tinggal Rp82rb
alias habis dalam waktu transaksi 17 menit.
KESIMPULAN:

1. Sindikat penipu memilih ATM yang terpencil, bukan yang di kantor bank
dan/ atau yang ada security-nya.
2. Mereka memilih hari libur agar nasabah tidak dapat menghubungi bank
setempat.

TIP AGAR HAL SERUPA TIDAK TERULANG PADA PEMBACA:

1. Gunakan ATM yang ada Bank-nya atau yang dekat security, hindari ATM
terpencil walaupun di ATM terpencil kita tidak perlu antre.
2. Jika kartu macet dan tidak bisa keluar dengan usaha sendiri,
tinggalkan saja karena orang lain tidak bisa menggunakan tanpa
mengetahui PIN-nya dan segera lapor ke bank setempat (tentu pada hari
kerja).
3. Pada saat pembaca panik karena jadwal padat, ditunggu dalam waktu
singkat, sehingga secara emosional tidak stabil, mungkin juga sedang
berantem sebaiknya hindari transaksi menggunakan ATM karena daya analisa
menurun dan sangat memungkinkan terjadi kesalahan.
4. (Walau yang keempat ini tidak terkait dengan sub judul di atas)
rekening yang ber kartu ATM batasi jumlahnya. Yang lain simpan saja di
rekening tanpa kartu ATM dan jika terlanjur diberikan kartu ATM,
kembalikan saja ke bank dan bertransaksilah via kasir.

Mohon maaf jika pembaca tersita waktunya untuk membaca ulasan peristiwa
ini terutama bagi yang telah mendengar peristiwa serupa sebelumnya. Jika
kurang bermanfaat bagi pembaca, berikan (forward) info ini kepada rekan
yang lain, siapa tahu mereka membutuhkan. Terima kasih.

Jika suatu saat info ini sampai kepada Mr. X yang telah menipu saya,
saya berpesan carilah uang dengan cara lain karena melalui jerih payah,
hasil akan lebih bisa dinikmati. Anda berkualitas dalam mendapatkan uang
cepat, namun kualitas hendaknya memenuhi 5 indikator keseimbangan yaitu
QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale). Anda baik dari sisi
Quality (cerdik); anda baik dari sisi Cost (dengan biaya rendah, hanya
sebatang korek api); anda baik dari sisi Delivery (dapat uang dalam
waktu cepat); tapi dari sisi Safety (anda aman….tapi hanya sementara
lho); dan dari sisi Morale (sayang angkanya cuma nol) karena melanggar
norma.

August 6, 2008 Posted by | Criminals | Leave a comment

Important Safety Tips (especially 4 Women)

1. Tip from police: The elbow is the strongest point on your body. If you are close enough to use it, do!
Hit your opponent with your elbow

2. If a robber asks for your wallet and/or purse, DO NOT HAND IT TO HIM.
Toss it away from you….chances are that he is more interested in your Wallet and / or purse than you and he will go for the wallet or purse. RUN LIKE MAD IN THE OTHER DIRECTION!

3 .If you are ever thrown into the trunk of a car:
Kick out the back tail lights and stick your arm out the hole and start waving like crazy. The driver won’t see you but everybody else will. This has saved lives.

4 .Women have a tendency to get into their car after shopping, eating, working, etc., and just sit (doing their check book, or making a list, etc.) DON’T DO THIS! The predator will be watching you, and this is the perfect opportunity for him to get in on the passenger side, put a gun to your head, and tell you where to go.   
AS SOON AS YOU GET INTO YOUR CAR, LOCK THE DOORS AND LEAVE.
5 .A Few Notes About Getting Into Your Car In a Parking Lot,or Parking
Garage:
A. Be aware: look around you; look into your car, at the passenger
side floor, and in the back seat. (And check out under the car as you
approach.)
   
B. If you’re parked next to a big van you should enter your car from
the passenger door. Most serial killers attack their victims by pulling them into their vans while the women are attempting to get into their cars.
   
C. Look at the car parked on the driver’s side of your vehicle and the
passenger side. If a male is sitting alone in the seat nearest your car, you may want to walk back into the mall, or work, and get a guard/policeman to walk you back out. IT IS ALWAYS BETTER TO BE SAFE THAN SORRY. (And better paranoid than dead.)
   
6. ALWAYS take the elevator instead of the stairs. (Stairwells are
horrible places to be alone and the perfect crime spot).

7. If the predator has a gun and you are not under his control, ALWAYS
RUN! The predator will only hit you (a running target) 4 in 100 times; and even then, it most likely WILL NOT be a vital organ, RUN!

8 .As women, we are always trying to be sympathetic: STOP IT! It may get you raped, or killed. Ted Bundy, the serial killer, was a good-looking,well educated man, who ALWAYS played on the sympathies of unsuspecting women? He walked with a cane, or a limp, and often asked”for help” into his vehicle or with his vehicle, which is when he abducted his next victim.
Someone just told me that her friend heard a crying baby on her porch the night before last, and she called the police because it was late and she thought it was weird. The police told her “Whatever you do, DO NOT open the door.” The lady then said that it sounded like the baby had crawled near a window, and she was worried that it would crawl to the street and get run over.
The policeman said, “We already have a unit on the way, whatever you do, DO NOT open the door.”

He told her that they think a serial killer has a baby cry recorder and uses it to coax women out of their homes thinking that someone dropped off a baby. He said they have not verified it, but have had several calls by women saying that they heard baby cries outside their doors ! when they’re home alone at night. Please pass this on! and DO NOT open the door for a crying baby.

August 1, 2008 Posted by | Criminals | Leave a comment

Hit-And-Run Accident’s Victim

Mostly every night I accompany my friend (who is also my Boss, wew ^^). His name is Robert Valentino Tarigan. He usually treated us (his subordinates ) as friends, that’s why most of us like him.

Well, last night, he was invited to a talk show in the State Radio of Medan (RRI). The topic is about education and private universities in Indonesia. You know, he is one of the most popular people in educational field in North Sumatera, Indonesia.

On our way back to our office (it’s about 1.30 am in the morning), he felt hungry and we stop by the “street” cafe on Jl. Gajah Mada, Medan, to have something to eat.
We ordered instant noodle.

Just after ordering the noodle, we heard a bang nearby. I saw a car running so fast passed us and I see so much smoke along the street coz the driver forced the car to speed and some people throwing rocks at the car.

Wow, it surprised me. “What’s going on?” that’s what I had in mind. Then I discovered that it was a hit-and-run accident.

A motorcycle was hit by the car. The driver of the motorcycle was hurt on the foot and leg.
I could see his leg-bone from his wound. It was a terrible wound.

Mr. Valent (that’s the way I usually called my boss, ^^), then offered to take him to hospital with his car.

I helped the victim to get into the car, and accompanied by the victim’s friend (a woman), we took them to the nearest hospital to have an immediate treatment so that the wound wouldn’t get infected.

Coz according to Mr. Valent (who used to be a doctor), if the wound was infected, then there’s a possibility that the foot should be amputated. That;s why we immediately took him to the nearest hospital.

We arrived at the hospital in about 5 or 10 minutes. Soon after we took him into the hospital, Mr. Valent asked the nurses to immediately treat the victim.

“Take care of him immediately, please. Don’t worry about the cost. I’ll be responsible for the cost if the family of the victim didn’t come to take care of him,” said Mr. Valentino.

He, then, signed on paper given by the nurse as a prove that he will take the responsibility over the victim. He also left his ID Card and phone number.

“We will go out to have something to eat coz I haven’t had my dinner,” said Mr. Valent to the nurse who then let us go reluctantly.

You know, most hospital won’t accept a patient if no one takes care of the payment and sign on some paper provided by the hospital as the prove. Moreover, it was an accident victim.

Most people will refuse to take care of an accident’s victims because it will “troubled” them so much. They have to take care of the hospital administrations and then with the police.

Most people don’t like having troubles of this kind. Wew..!!

But he didn’t hesitate to have such trouble by saving the victim.

He was afraid that if we didn’t help him immediately, then the victim would most likely lose his leg.

He said saving lives is the most important thing. Now, we helped him, maybe later in the future when we get into the same trouble, the others will also help up ‘coz GOD is watching what we do in this world. Great saying!! 🙂

How could someone be so irresponsible?
How could someone hit the others with car, then run away?
What happened to this world??

July 27, 2008 Posted by | Criminals | Leave a comment